Rabu, 28 November 2012

Sudut-sudut Kenangan di Bhumi Arema

Sudut-sudut inilah yang selalu membuat saya merasa senang sekaligus sedih. Ketika baru menginjakkan kaki di kota ini gembira terasa tak bisa dibendung lagi. Saya hanya bisa terdiam dan berkali-kali menarik napas tanpa bisa berkata apapun. Tetapi manakala liburan hampir berakhir pemandangan semacam ini lagi-lagi akan muncul di depan mata namun rasanya jauh berbeda. Sedih. Cuma bisa memandang jauh ke depan dan berharap kelak bisa segera kembali ke tempat ini lagi.
Ini adalah pemandangan yang sudah berkali-kali saya tangkap dari atas kereta ekonomi Matarmaja di pagi hari, baik dengan mata telanjang maupun dengan HP saya yang terbaru (dulu). Walaupun berulang kali melihatnya tapi saya tak juga bosan menangkap sudut-sudut ini.

Sudut ini akan terpampang kala kereta sudah hampir berhenti di stasiun terakhir Kotabaru, Kota Malang. Kereta akan berjalan sedikit melambat ketika sampai di tempat ini. Kenapa? Tentu saja karena ular besi itu sedang melewati rel yang cukup tinggi sehingga saya mampu mengambil foto-foto semacam ini (coba bayangkan ketinggiannya).  

Dan selanjutnya begitu keluar dari stasiun angkot (angkutan kota) GA inilah yang saya cari. Angkutan yang selalu menemani hari-hari saya dulunya. Meski lelah karena selama 18 jam berada di dalam kereta tapi lelah itu akan langsung terbayar begitu saya tiba di tempat ini. Mencari yang tidak begitu penuh supaya bisa duduk di sudut paling belakang menjadi tujuan saya. Saya sengaja melakukanya supaya bisa dengan bebas menjepret apa saja yang tertangkap mata.

Hasilnya saya berhasil menangkap sudut-sudut Kota Malang yang menjadi makanan saya sehari-hari dulunya.
Jreng....jreng....Jreng!!!!!
Ini adalah foto pertama yang saya dapat ketika keluar dari dalam Stasiun Kotabaru. Foto ini diambil di pagi hari sekitar jam 08.00 WIB dari dalam GA, makanya gambarnya terlihat sedikit gelap dan berbayang-bayang.
Cukup lama saya berada di sini dan menunggu (ngetem) karena memang GA yang saya naiki masih sangat melompong. Sengaja. :p 
 
Nah ini adalah patung yang ada di depan Stasiun Kotabaru. Namanya saya tidak tahu. Payah ya....:D
Padahal dulu sejak SMP saya selalu melewati patung ini. Jika ada momen-momen tertentu di depan patung ini akan diadakan semacam panggung mini untuk pertunjukkan musik. Tempatnya memang cukup strategis dijangkau siapapun (di pertengahan kota). Apalagi hampir semua angkutan kota melalui wilayah ini. GA pun begitu. Saya juga sering menjumpai beberapa orang berfoto di tempat ini. Pasti mereka seorang pendatang, hehe..
 
Ini tugu Kota Malang.
Tapi ada juga beberapa orang yang menyebutnya Alun-alun Bunder. Kalau tempat ini mah bagian dari sejarah hidup saya SMA. Tepat di depan Tugu ini SMA saya, SMA 1 Malang berdiri kokoh sejak jaman behela.

Dan tentu saja setiap saya sedang berada di Malang saya hampir selalu melewati ataupun singgah di tempat ini. Foto-foto atau melakukan hal lain. Padahal dulu jaman SMA saya sempat malu sekali berfoto di tempat ini. Aneh.
Tepat di tengah berdiri kokoh Tugu kebanggaan warga Malang. Mungkin memang tidak terlihat dari foto ini, tapi Tugu tersebut dikelilingi kolam yang didalamnya dihuni ikan dan yang terlihat sangat menawan adalah sekumpulan bunga teratainya. Warnanya cukup menyegarkan mata. Pink. Desas-desus yang terdengar sih konon bunga itu sudah menghuni tempat itu semenjak bangsa Belanda masih bermukim di kota dingin ini.

Selain SMA 1 Malang di depan Tugu juga terdapat Kantor Walikota Malang. Gambarnya bisa dilihat di samping. Ingatan saya tentang bangunan ini cuma beberapa hal kecil saja, karena sampai detik ini saya belum pernah sekalipun melangkahkan kaki ke dalam tempat ini.
Sekitar bulan Juli-Agustus tempat ini akan diramaikan oleh siswa-siswi SMA yang berlatih melakukan upacara bendera (PASKIBRAKA). Mereka cantik-cantik, ganteng-ganteng dan tinggi-tinggi, yah meskipun kulit mereka menghitam tersengat matahari.
Apabila ada momen khusus, misalnya pada 17 Agustus jalan tugu ini akan ditutup total. Jadi jangan heran jika tiba-tiba angkutan yang biasanya lewat bundaran itu akan memutar mencari jalan lain. Biasanya sih paling berputar ke wilayah Pasar Kembang. (HAPAL SEKALI^^)
Selanjutnya foto yang saya ambil adalah foto mess PERSEMA (itu tuh yang ada gambar Bapak becaknya), Gereja Kayu Tangan (penampakan samping) dan gedung kuno di samping Kantor Pos Malang. Apa yaaa namanya??? Saya sebenarnya cukup sering lewat di depan bangunan itu, tapi sayangnya perhatian saya lebih tertuju pada Alun-alun dan pusat perbelanjaan yang ada di depannya:D.
Meskipun jaman sudah berubah bangunan-bangunan kuno semacam itu masih tetap lestari di kota kelahiran saya ini. Tidak kalah dengan masa.
 
Inilah sekelumit kecil sudut-sudut Kota Malang yang menjadi tertanam kuat di dalam memori saya.  Kelak saya akan kembali ke kota ini (lagi).

2 komentar:

  1. kuliner n pusat belanja nya kq g diliatin...:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. pos slanjutnya aj rin....
      foto2nya lum ada :)

      Hapus